Mengenal Mikrokontroler

Mikrokontroler atau microcontroller itu sama saja hehe.. Ok, pengertian mikrokontroler secara sederhana adalah sebuah chip atau IC yang dapat ‘bekerja’ sesuai dengan program yang ada di dalamnya.

Jadi, mikrokontroler perlu diprogram dulu, baru kemudian dapat ‘bekerja’ (itupun kalau programnya tidak salah : ).

Contoh ‘kerja’ mikrokontroler secara sederhana : menghidupkan LED selama 1 detik kemudian mematikan LED  selama 1 detik, terus menerus (LED berkedip). Port (pin/kaki) mikrokontroler harus berlogika ‘HIGH’ (5V) selama 1 detik kemudian berlogika ‘LOW’ selama 1 detik. Nah agar mikrokontroler dapat melakukan hal tersebut maka perlu di ‘PROGRAM’.

Cara mem-program mikrokontroler bagaimana ?

Cukup sediakan computer, kemudian instal program/software untuk membuat program mikrokontroler-nya. Ada banyak ya, contohnya BASCOM-AVR dan CodeVisionAVR (untuk microcontroller AVR).

Trus ?

Ya tinggal dimasukkan aja ke mikrokontrolernya, melalui koneksi kabel USB dan tambahan device “downloader”.

Microcontroller ada banyak sekali type-nya. Saya beri contoh aja 3 , tidak usah banyak2 ya …

AVR Microcontroller

Tipe mikrokontroler ini yang paling banyak dipakai, terutama di Indonesia. Microcontroller dari ATMEL seperti ATmega8535, ATmega16 dll yang sering dipakai mahasiswa atau praktisi elektronik di Indonesia untuk membuat proyek mirkokontroler. Tentang arsitektur dan tetek bengeknya tidak perlu kita bahas dulu ya ..

PIC Microcontroller

Mikrokontroler ini mungkin tidak sebanyak AVR dipakai di tempat kita. Merupakan keluaran dari perusahaan Microchip Technology. Dulu ketika jenis AVR seperti ATmega belum sebanyak sekarang, mirkokontroler PIC menjadi pilihan karena mempunyai fitur yang lebih banyak dari mikrokontroler MCS-51 (sebelum AVR).

ARM

Microcontroller ARM dari segi pemakaian lebih ke aplikasi atau proyek microcontroller yang memerlukan kinerja tinggi, seperti image processing. Kok bisa ? Iya, karena mikrokontroler ARM mempunyai 32-bit set instruksi. Kalau hanya untuk system monitoring suhu kemudian ditampilkan ke LCD dan semacamnya, cukuplah kita pakai mikrokontroler AVR.

Trus kita pilih mikrokontroler yang mana ?

Tergantung selera .. hehe.. Sesuaikan saja dengan kebutuhan. Kalau kebutuhan system/alat kita tidak memerlukan kinerja cepat, bahkan seperti jam waktu sholat digital, cukuplah mikrokontroler AVR.

Lha kalau Arduino itu apa bukan mikrokontroler ?

Arduino itu mikrokontroler juga, cuman dia udah di ‘oprek’ , dimodifikasi kemudian dikemas dalam sebuah board. Coba lihat chip/IC yang ada di board Arduino UNO misalnya, kita lihat ada ATmega328. Nah itu mikrokontroler AVR bro ….

Pembahasan mikrokontroler Arduino akan kami sampaikan di kesempatan lain, Insya Allah …

One thought on “Mengenal Mikrokontroler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *